Tuesday, 13 February 2018

INDERA MATA



SISTEM INDERA

Sistem indra berfungsi untuk mengenali perubahan-perubahan yang terjadi di lingkungan. Perubahan-perubahan yang terjadi di lingkungan disebut stimulus. Stimulus dapat berupa perubahan cahaya, suhu, atau rasa makanan. Stimulus di deteksi dan ditanggapi oleh reseptor, yaitu alat-alat indera.

Pada manusia (Mamalia) ada empat reseptor utama, yaitu
1.       Mekanoreseptor untuk mendeteksi stimulus berupa energi mekanis, misalnya tekanan, sentuhan, dan getaran atau suara
2.       Kemoreseptor untuk mendeteksi stimulus berupa energi kimia, contohnya bau dan rasa
3.       Termoreseptor untuk mendeteksi stimulus yang berupa energi suhu, misalnya perubahan suhu
4.       Fotoreseptor untuk mendeteksi stimulus berupa energi elektromagnetik, contohnya cahaya

Tabel 1. Jenis-jenis reseptor pada manusia
No

Sistem saraf Simpatetik
Sistem saraf Parasimpatetik
1.  
Mekanoreseptor mendeteksi stimulus mekanis


·      Sentuhan
Reseptor sentuhan, contohnya korpuskel Meissner, cakaram Merkel, dan pleksus akar rambut
Sebagian besar di dermis kulit; beberapa ujung bebas menonjol ke epidermis
·      Sentuhan dan tekanan
Reseptor sentuhan dan tekanan, contohnya korpuskel Paccini
Dermis kulit
·      Pergerakan dan posisi
Reseptor, contohnya gelendong otot, proprioseptor
Otot rangka (otot lurik)
·      Gelombang suara dan gravitasi
Sel-sel rambut sensori
Telinga (koklea, utrikulus, dan saluran ½ lingkaran)
·      Tekanan darah
Baroreseptor
Aorta dan arteri karotis
2.  
Termoreseptor mendeteksi stimulus suhu


Perubahan suhu
·      Pada kulit
·      Bagian  dalam

·      Ujung bebas
·      Sel-sel pada Hipotalamus

·   Dermis kulit
·   Otak
3.      
Kemoreseptor mendeteksi stimulasi kimia:
·      Bahan-bahan kimia di udara
·      Rasa
·      Oksigen darah, CO2, H+
·      Tekanan osmosis bdarah



·      Sel-sel pada epitel olfaktori

·      Kuncup-kuncup pengecap
·      Badan karotis

·      Pusat osmoregulasi pada hipotalamus



·   Hidung

·   Lidah
·   Arteri karotis

·   otak






1.         Indra Penglihatan
Mata Mammalia, khususnya manusia, berbentuk sferikal (bulat agak lonjong) dengan diameter 2,5 cm dan terletak di dalam rongga mata (orbit) pada tengkorak. Di dekat mata (di bawah kelopak mata atas) terdapat kelenjar air mata yang menyekresi air mata.

Mata Mammalia memiliki struktur yang kompleks, yaitu terdiri atas sejumlah besar sel reseptor cahaya dan warna serta struktur-struktur tambahan, misalnya lensa, yang membantu kerja sel-sel reseptor. Mata memiliki beberapa bagian penting, yaitu :
a.       Sklera
Sklera merupakan lapisan pembungkus bola mata yang tersusun atas jaringan ikat yang kuat berwarna putih buram dan tidak tembus cahaya. Fungsi sklera adalah untuk melindungi dan mempertahankan bentuk bola mata.
b.      Konjungtiva
Konjungtiva adalah selaput mukosa yang tersusun atas epitel tipis yang membatasi bagian dalam kelopak mata dan bagian depan sklera. Konjungtiva menyusun epitel kornea.
c.       Kornea
Dibagian depan sklera terdapat lapisan kornea yang transparan sehingga memungkinkan cahaya masuk ke mata. Kornea berfungsi membelokkan (membiaskan) cahaya untuk membantu pemfokusan (pemusatan) cahaya ke retina.
d.      Koroid
Koroid merupakan suatu lapisan sel-sel berpigmen hitam yang terletak di belakang retina. Mencegah pantulan (refleksi) cahaya di bagian dalam bola mata dengan cara menyerap semua cahaya yang masuk ke mata merupakan fungsi koroid. Koroid berisi banyak kapiler darah yang memberi nutrisi dan oksigen, terutama untuk retina.
e.      Badan siliaris
Badan siliaris tersusun atas otot-otot melingkar dan menjari yang membentuk suatu cincin di sekeliling lensa mata pada bagian depan mata. Badan siliaris melekat pada lensa melalui ligamen suspensor. Kontraksi dan relaksasi otot-otot siliaris mengatur cembung pipihnya lensa untuk menyesuaikan pemusatan (pemfokusan) cahaya. Badan siliaris memproduksi aqueous humour.
f.        Retina
Retina merupakan lapisan terdalam penyusun bola mata dan tersusun atas sel-sel saraf serta sel-sel fotoreseptor (sel-sel pekat/sensitif terhadap cahaya). Sel-sel fotoreseptor pada retina terdiri atas sel-sel batang dan sel-sel kerucut. Karena memiliki sel-sel fotoreseptor, retina berfungsi mendeteksi ada tidaknya cahaya.
g.       Fovea
Fovea merupakan suatu bagian kecil pada bagian tengah retina yang terusun atas sel-sel kerucut. Fovea disebut juga pusat mata. Sebagian besar cahaya difokuskan di fovea. Fovea berfungsi memberikan ketajaman penglihatan yang tinggi.
h.      Bintik Buta (Blind Spot)
Bintik buta merupakan suatu bagian kecil dari retina tempat serabut-serabut saraf bertemu menjadi saraf optik. Di bagian inilah saraf optik meninggalkan mata. Bintik buta tidak memiliki sel-sel batang dan sel-sel kerucut sehingga tidak peka terhadap cahay.
i.         Iris atau Selaput Pelangi
Iris merupakan jaringan berbentuk cakram melingkar yang terdapat persis di depan lensa. Iris tersusun atas serabut otot sirkuler dan radial. Di dalam iris terdapat pigmen yang bertanggung jawabterhadap warna mata. Di tengah bagian depan iris terdapat lubang yang dinamakan pupil (anak mata). Bagian iris berfungsi seperti diafragma, yaitu mengatur jumlah cahaya yang masuk ke mata dengan cara mengatur ukuran pupil.
j.        Pupil
Adanya lubang yang dinamakan pupil di tengah iris memungkinkan cahaya masuk ke mata. Besar kecilnya pupil di atur oleh iris. Pada saat cahaya terang, pupil mengecil. Pada saat cahaya redup, pupil membesar. Pupil terlihat hitam karena cahaya yang masuk ke mata diserap oleh pigmen melanin dalam koroid.
k.       Lensa Mata
Lens amata merupakan struktur yang transparan, elastis, dan berbentuk bikonveks. Lensa mata berperan dalam mengatur cahaya untuk membentuk bayangan. Bentuk lensa mata dapat berubah untuk menyesuaikan pemusatan (pemfokusan) cahaya. Adanya lensa mata menyebabkan rongga mata terbagi menjadi dua, yaitu ruang di depan lensa mata yang berisi cairan bening (aqueous humour) dan ruang di belakang lensa mata yang berisi bahan transparan seperti jeli (vitreous humour).
Aqueous humour berfungsi mempertahankan bentuk ruang di depan lensa mata, sedangkan vitreous humour berfungsi mempertahankan bentuk bola mata.
l.         Ligamen Suspensor
Ligamen suspensor merupakan ligamen kuat yang menghubungkan otot-otot siliaris dengan lensa. Kontraksi dan relaksasi otot-otot siliaris akan meregangkan dan mengendurkan ligamen suspensor. Hal itu menyebabkan perubahan bentuk lensa.
m.    Saraf Optik
Sekumpulan serabut saraf sensori yang meninggalkan bagian belakang mata disebut saraf optik. Saraf optik membawa rangsang dari retina menuju otak.
n.      Otot Mata
Otot mata berfungsi dalam pergerakan mata. Salah satu contoh otot mata adalah otot rektus yang berfungsi menggerakkan bola mata kekanan, kekiri, ke atas, dan ke bawah.

I.      Fotoreseptor Mata
Sel-sel fotoreseptor mata terdiri atas sel-sel batang dan sel-sel kerucut. Sel-sel batang merupakan sel-sel yang sangat peka terhadap cahay dengan intensitas rendah. Oleh karena itu, sel-sel batang berperan dalam proses penglihatan pada malam hari atau di tempat gelap dan menghasilkan ketajaman penglihatan yang rendah. Namun sel-sel batang tidak mampu mendeteksi warna. Sel-sel batang tersebar di seluruh retina, kecuali di fovea.

Di dalam sel-sel batang terdapat pigmen fotosensitif rodopsin (warna merah muda atau ungu). Karena hanya ada satu jenis rodopsin, hanya ada satu jenis sel batang. Jika terpapar atau menyerap cahaya, rodopsin terurai menjadi opsin (suatu protein) dan retinal (retinen, suatu derivat vitamin A). jika tidak ada cahaya atau gelap, rodopsin terbentuk kembali.

Pada saat intensitas cahaya tinggi, rodopsin menghilang karena proses penguraiannya lebih cepat daripada proses pembentukannya kembali. Pada keadaan demikian, sel-sel kerucut digunakan untuk proses melihat. Dalam keadaan gelap total, diperlukan waktu 30 menit bagi rodopsin untuk dapat terbentuk kembali dan dapat digunakan lagi untuk proses melihat. Itulah sebabnya kita tidak dapat melihat pada saat kita berpindah dari tempat terang ke tempat gelap. Kita memerlukan waktu beberapa menit untuk dapat melihat dengan jelas karena sel-sel batang membutuhkan waktu untuk menyintesis kembali rodopsin secara efektif. Pada saat kita kembali ke tempat terang (dari tempat gelap), rodopsin terurai kembali dengan cepat.

Berbeda dari sel-sel batang, sel-sel kerucut peka terhadap intensitas cahaya yang tinggi dan perbedaan panjang gelombang sehingga berperan dalam proses penglihatan di siang hari atau di tempat-tempat terang. Sel-sel kerucut hanya terdapat di fovea. Sel-sel tersebut menghasilkan penglihatan dengan ketajaman tinggi. Satu sel kerucut memiliki hubungan satu sel saraf yang menuju otak.

Di dalam sel-sel kerucut terdapat pigmen fotosensitif iodopsin. Iodopsin terdapat dalam tiga bentuk berbeda, masing-masing peka terhadap panjang gelombang cahaya yang berbeda dan berhubungan dengan warna biru, hijau, serta merah. Karena ada tiga macam iodopsin, sel-sel kerucut mampu mendeteksi warna. Berdasarkan jenis iodopsin yang dikandungnya, ada tiga jenis sel kerucut, yaitu sel kerucut biru, sel kerucut hijau, dan sel kerucut merah. Nama-nama tersebut berdasarkan warna cahaya yang diserap, bukan warna penampakan sel-sel tersebut. Jika ketiga jenis sel kerucut mendapat stimulasi yang sama, kita akan melihat warna putih.

II.    Proses Melihat
Sebagai organ indra, mata peka terhadap intensitas dan panjanga gelombang cahaya. Prinsip kerja mata sama dengan prinsip kerja kamera, yaitu :
a.       Pengaturan jumlah cahaya yang masuk oleh iris,
b.      Pemusatan (pemfokusan) cahaya oleh lensa mata untuk menghasilkan bayangan yang lebih jelas atau tajam, dan
c.       Pendeteksian bayangan oleh retina
Untuk dapat melihat diperlukan adanya stimulus yang berupa cahaya. Cahaya mengenai suatu objek akan dipantulkan ke segala arah. Beberapa pantulan cahaya dari suatu objek masuk ke mata dan mengalami pembiasan (pembelokan) ke arah pupil oleh konjungtiva, kornea, aqueous humour, dan vitreous humour. Selanjutnya, lensa mata akan memipih atau mencembung untuk memfokuskan bayangan pada retina. Pemfokusan itu bertujuan menghasilkan satu titik cahaya pada retina untuk membentuk suatu bayangan objek yang lebih jelas. Sel-sel fotoreseptor pada retina menerima stimulus cahaya, kemudian mengirimkan rangsang ke otak. Bayangan yang terbentuk pada retina diperkecil ukurannya dan terbalik. Namun, otak menerjemahkan bayangan tersebut sehingga kita menerima bayangan dalam ukuran dan posisi yang benar.

Pemfokusan cahaya ke dalam retina dari objek pada jarak yang berbeda disebut akomodasi. Pemfokusan meliputi pembelokan atau pembiasan cahaya. Pembiasan kebanyakan terjadi pada kornea, tetapi tidak dapat diatur. Pembiasan juga terjadi pada lensa. Pembiasan pada lensa dapat diatur dengan cara mengubah bentuk lensa berdasarkan jumlah pembiasan cahaya untuk pemfokusan yang tajam pada retina. Bentuk lensa mencembung saat melihat dekat dan mencekung saat melihat jauh.

Pada mata normal, bayang-bayang objek akan jatuh pada bintik kuning, yaitu bagian yang  paling peka terhadap sinar. Kita hanya dapat melihat objek pada jarak tertentu. Mata memiliki jarak terdekat untuk dapat melihat dengan jelas yang disebut titik dekat (punctum proximum), sedangkan jarak terjauh mata disebut titik jauh (punctum remotum).

SELAMAT BELAJAR......

No comments:

Post a Comment